Waspadai Flu di Musim Penghujan

Selasa, 06 Desember 2011
Siapa yang tidak kenal dengan penyakit flu? Apalagi memasuki musim pancaroba dan musim penghujan, orang yang terserang penyakit flu biasanya meningkat dibandingkan musim kemarau. Baik anak-anak maupun orang dewasa tidak luput dari risiko serangan flu.
Secara medis dikenal dua penyakit yang kelihatannya serupa tapi tak sama yaitu Influenza dan Common Cold. Dalam istilah Indonesia kedua penyakit ini sama-sama sering disebut sebagai "flu" karena gejala yang muncul antara kedua penyakit tersebut hampir sama. Meskipun tidak selalu gejala flu yang dirasakan merujuk pada penyakit influenza karena bisa jadi gejala flu yang dimaksud adalah gejala common cold. Oleh karena itu, kita perlu mengenal dan mengetahui perbedaan antara kedua penyakit ini.
Perbedaan influenza dan common cold adalah virus penyebabnya. Influenza disebabkan oleh virus Influenza dimana serangan virus ini bisa menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih parah dan dapat menimbulkan wabah serta kematian, contoh kasus flu burung dan flu babi. Sedangkan common cold disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus yang berbeda, tetapi tidak menyebabkan kematian. Dilihat dari gejalanya penyakit common cold memiliki gejala yang lebih ringan dibanding influenza, meskipun sekilas gejala yang muncul tampak serupa.
Untuk selanjutnya yang dimaksud istilah flu disini adalah mengenai common cold. Penyakit flu yang frekuensinya cukup sering terjadi di masyarakat terutama saat musim pergantian cuaca.
Bagaimana gejala & penularan flu?
Umumnya gejala flu yang muncul antara lain :
- • Demam dengan suhu < 380C, tetapi tidak semua penderita mengalami demam.
- • Sakit kepala ringan.
- • Badan terasa nyeri dan pegal tapi ringan.
- • Hidung berair/pilek karena meningkatknya produksi lendir atau mungkin hidung mampat.
- • Bersin-bersin.
- • Sakit tenggorokan ringan.
- • Batuk biasa disertai dahak.
- • Kadang badan terasa lemas atau cepat lelah.
Untuk membedakan dengan influenza, gejala yang umum ditunjukkan penderita influenza adalah demam tinggi (> 380C), badan menggigil, batuk kering yang berat dan badan terasa sangat lemas serta gangguan pernapasan jika kondisi bertambah parah.
Penularan flu sangat mudah dan cepat. Virus dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui cairan atau air liur yang keluar dari penderita saat batuk, bersin ataupun berbicara dengan orang lain. Cairan yang keluar tersebut akan menyebar di udara dan terhirup oleh orang lain yang berada didekatnya. Penularan akan sangat cepat terjadi jika penderita dan orang yang sehat berada dalam satu ruangan yang sesak tanpa ventilasi yang memadai atau ruangan ber-AC.
Bagaimana jika terlanjur terserang flu?
Jika merasa mengalami gejala-gejala tersebut diatas sebaiknya penderita beristirahat yang cukup, banyak minum air putih dan makan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Flu termasuk penyakit yang dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari jika daya tahan tubuh penderitanya cukup bagus untuk melawan serangan virus. Tetapi bila gejala tidak kunjung membaik setelah 3 hari atau lebih segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit.
Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk meringankan dan meredakan gejala atau keluhan yang muncul. Obat-obatan yang banyak terdapat di masyarakat, umumnya merupakan kombinasi dari beberapa komponen obat berbeda untuk membantu mengatasi gejala tertentu. Misalnya Dextrosin® dapat digunakan untuk meredakan batuk yang disertai hidung tersumbat, pilek dan gejala alergi lain; Fluzep® untuk meringankan gejala seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin yang disertai batuk; Trifedrin® untuk meringankan bersin-bersin dan hidung tersumbat karena pilek dan Trifedrin® plus dengan tambahan paracetamol digunakan untuk meredakan gejala yang disertai demam dan sakit kepala.
Cegah Agar Aktivitas Tetap Lancar
Meskipun penyakit flu terlihat ringan tetapi gejala yang dirasakan penderita bisa mengganggu aktivitas dan mengurangi kepercayaan diri saat bersosialisasi. Karena itu, berhati-hatilah jika ada orang atau teman di sekitar Anda yang menunjukkan tanda atau gejala tersebut dan lakukan upaya pencegahan yang tidak hanya dilakukan oleh orang yang sehat tapi juga oleh penderita agar tidak menularkan pada orang lain.

- • Jaga kebersihan tangan dan cuci tangan dengan benar memakai sabun.
- • Segera cuci tangan dengan sabun cair jika tangan kotor karena terkena sekresi pernafasan, misalnya setelah bersin atau batuk.
- • Hindari menyentuh mulut, hidung atau mata.
- • Tutup hidung dan mulut bila bersin dan batuk.
- • Jangan meludah sembarangan. Selalu bungkus kotoran hidung dan mulut dengan kertas tisu, dan buang kertas tisu tersebut dengan baik di tempat sampah yang berpenutup.
- • Kenakan masker penutup hidung dan mulut. Bila muncul gejala pernafasan atau demam, segera kunjungi dokter.
Dan yang tidak kalah penting adalah menjaga serta meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, cukup istirahat dan berolahraga. Jika perlu konsumsi suplemen tambahan untuk membantu menjaga serta meningkatkan daya tahan tubuh. Opinacea® adalah salah satu suplemen peningkat sistem imun tubuh sehingga mengurangi risiko terkena penyakit dan juga dapat digunakan sebagai terapi pendamping dalam pengobatan.
Sumber :
http://www.cdc.gov/flu/about/qa/coldflu.htm
http://www.medicinenet.com/common_cold/page2.htm#treatment
http://rpi.edu/about/flu/SymptomDifferences.pdf
http://www.eohu.ca/_files/resources/resource1275.pdf
http://www.kiddiecarecentre.com/pernafasan/influenza-vs-common-cold.html







