home > news

Waspada Demam Berdarah

Selasa, 31 Januari 2012

 

Berbagai jenis penyakit mengintai selama musim penghujan tiba, tidak terkecuali penyakit demam berdarah. Anda tentu mengetahui demam berdarah bukanlah penyakit yang bisa dianggap remeh karena dapat berakibat fatal bila penanganannya tidak tepat dan cepat dilakukan.

 

Saat musim hujan, kasus demam berdarah biasanya meningkat karena banyaknya genangan - genangan air akibat sisa air hujan yang berpotensi untuk dijadikan tempat bertelurnya  nyamuk. Oleh karena itu, masyarakat harus mewaspadai penyakit ini mulai saat pancaroba, menjelang dan selama musim penghujan. 

 

Demam Berdarah & Penularannya

Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan pada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi virus dengue. Penyakit ini sering ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis, dan menjangkit luas di banyak negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Setiap tahun di Indonesia, umumnya penyakit ini terjadi di bulan September-Februari dengan puncak pada bulan Desember atau Januari karena bertepatan dengan musim hujan.

 

Penyebar utama virus dengue yaitu nyamuk betina Aedes aegypty. Selain itu, virus dengue juga dapat disebarkan oleh spesies lain yaitu nyamuk Aedes albopictus. Nyamuk Aedes aegypti memiliki ciri garis belang hitam - putih pada badan dan kakinya. Nyamuk ini mendapat virus dengue sewaktu mengigit mengisap darah orang yang  sakit demam berdarah atau tidak sakit tetapi didalam darahnya terdapat virus dengue. Bila penderita tersebut digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terhisap masuk kedalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar diberbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk didalam kelenjar liurnya dan menularkannya saat menggigit orang lain.  

 

Waspadai Tempat-Tempat Favorit Nyamuk Demam Berdarah

Nyamuk penular demam berdarah biasanya menggigit pada pagi (pukul 08.00-12.00) hingga sore hari (pukul 15.00-17.00) baik dirumah maupun di tempat-tempat umum. Tempat hinggap yang disenangi adalah benda-benda yang tergantung dan biasanya di tempat yang agak gelap dan lembab. Sedangkan tempat berkembang biak biasanya di penampungan air seperti bak mandi, drum, tempayan dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti kaleng bekas, tempurung kelapa dan lain-lain yang dibuang sembarangan.

 

Tempat-tempat yang potensial bagi penularan demam berdarah antara lain daerah yang banyak kasus demam berdarah atau terdapat penderita demam berdarah, tempat-tempat umum seperti sekolah, pasar, restauran, hotel, sarana pelayanan kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas.

 

Kenali Gejala Demam Berdarah

Jika menemukan atau merasa mengalami tanda dan gejala demam berdarah, segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat. Seseorang yang terinfeksi virus dengue umumnya menunjukkan tanda dan gejala berikut ini :

• Demam mendadak selama 2-7 hari. Panas turun pada hari ke-3 yang kemudian naik lagi, dan pada hari ke-6 panas mendadak turun. Demam yang parah bisa mencapai suhu 40-41 0C.
• Sakit kepala yang parah, rasa sakit di belakang mata, otot dan sendi.
• Hilangnya nafsu makan, mual, muntah dan diare
• Timbul ruam atau bintik-bintik merah, khususnya di dada dan lengan
• Pada beberapa kasus dapat muncul kecenderungan memar, pendarahan pada hidung, gusi dan juga pendarahan dalam tubuh. Pada kasus yang sangat parah, dapat berlanjut pada kegagalan saluran pernapasan, syok dan kematian.

 

Hal Yang Perlu Diperhatikan Untuk Mencegah Penyebaran Demam Berdarah

Langkah pencegahan untuk menghindari atau mencegah penyakit demam berdarah adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Gerakan 3M Plus yang melibatkan seluruh masyarakat yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Gerakan 3M Plus antara lain :

  • Menutup rapat semua wadah/tempat penampungan air dengan rapat.
  • Menguras bak mandi/penampungan air minimal seminggu sekali dan tempat - tempat yang menampung air seperti vas bunga, tempat minum burung, dll.
  • Menimbun atau mengubur barang - barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk seperti kaleng dan botol bekas. Menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat dan meratakan permukaan tanah juga dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya genangan air.
  • Plus mengurangi kontak dengan nyamuk dengan cara :

Memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang, dan gunakan obat penangkal nyamuk pada bagian tubuh yang tidak terlindungi.

Gunakan kawat nyamuk atau kelambu.

Memasang obat nyamuk bakar atau obat nyamuk cair/listrik di tempat yang dilalui nyamuk, seperti jendela, untuk menghindari gigitan nyamuk.

Menabur bubuk abate atau memelihara ikan pemakan jentik untuk mematikan jentik nyamuk.

Hindari berada di lokasi yang banyak nyamuk terutama di pagi hingga sore hari

Melakukan pemeriksaan jentik berkala serta melakukan pengasapan/fogging untuk membunuh nyamuk dewasa.

 

 

Sumber :

http://www.chp.gov.hk/files/pdf/ol_dengue_fever_indonesian_version.pdf

http://www.idepfoundation.org/download_files/pbbm/Dengue_Fact_Sheet_Indo.pdf

http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/052004/demamberdarah1.htm

http://www.depkes.go.id/downloads/Tata%20Laksana%20DBD.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3673/1/fkm-fazidah3.pdf

 

 

 

 

Peningkatan Profit dan Produktivitas Kerja yang ditinjau dari Corporate Culture Perusahaan

PT OTTO Pharmaceutical Industries mendapat kesempatan berupa pemaparan program "Peningkatan Profit dan Produktivitas Kerja yang ditinjau dari Corporate Culture Perusahaan" pada hari kamis 12 Juni 2014 di ruang Meeting baru NBL, Lt 2 dari PT Quality Indonesia.

read more

59th Continuing Orthopaedic Education 2012

OTTO participated in 59th Continuing Orthopaedic Education (COE) which was held on June 13 16, 2012 at Grand Royal Panghegar Hotel, Bandung-Indonesia.

read more

1 2 3 4 29