home > news

Penderita Maag Juga Bisa Menjalankan Ibadah Puasa

Selasa, 16 Agustus 2011


Tidak terasa sudah setengah bulan lamanya kita menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini dan tidak lama lagi akan merayakan hari Kemenangan. Di bulan suci Ramadhan, berpuasa adalah kewajiban bagi setiap umat Muslim yang telah cukup umur. Ibadah yang diwajibkan yakni menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa seperti makan dan minum serta amarah dan hawa nafsu.

 

Selama menjalankan ibadah puasa yang berlangsung sekitar 14 jam, tidak semua umat Muslim berada dalam kondisi prima. Beberapa diantaranya ada yang menderita penyakit kronis seperti penyakit maag yang memerlukan perawatan khusus dengan memperhatikan pola makan. Meskipun memiliki kondisi khusus seperti itu, penderita maag pasti masih memiliki keinginan yang kuat untuk berpuasa hingga hari Kemenangan tiba, tetapi di sisi lain juga ada kekhawatiran akan kemungkinan kambuhnya penyakit yang bisa jadi bertambah parah.

 

Lalu apa sebaiknya tidak ikut berpuasa saja agar penyakit tersebut tidak kambuh dan bertambah parah? Tentu saja tidak. Seseorang dengan penyakit maag masih bisa menjalankan ibadah puasanya dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, apakah masih memungkinkan untuk ikut menjalani ibadah puasa atau tidak.

 

Penyakit Maag

Penyakit maag yang kita kenal dalam dunia kesehatan disebut sebagai gastritis, merupakan gangguan pada lambung yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut, nyeri di ulu hati, cepat kenyang, kembung, mual dan muntah. Pada kasus yang lebih parah, penderita bisa muntah darah yang menandakan sudah menderita tukak lambung atau tukak usus dua belas jari sehingga menimbulkan perdarahan.

 

Sakit maag dapat disebabkan oleh bermacam hal, antara lain produksi asam lambung yang berlebihan karena berbagai sebab, gangguan gerakan saluran cerna, stress berlebihan, pemakaian jangka panjang atau berlebihan obat-obatan yang menyebabkan gangguan pada lambung seperti obat pereda nyeri. Selain itu, penyakit maag juga dapat disebabkan karena adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori yaitu sejenis bakteri yang hidup di dalam lambung dalam jumlah kecil tapi ketika asam lambung yang dihasilkan lebih banyak kemudian pertahanan dinding lambung menjadi lemah, bakteri ini bisa bertambah banyak jumlahnya, apalagi jika disertai makanan yang kurang bersih. Kebiasaan makan yang buruk, pola makan tidak teratur, terlalu sering makan makanan yang mengandung lemak seperti gorengan, cokelat, keju, suka minuman softdrink dan merokok juga merupakan faktor yang mempengaruhi timbulnya gejala maag.

 

Penyakit Maag dan Puasa

Bagi penderita maag, berpuasa bukanlah hal yang dilarang jika memang tidak menunjukkan gejala yang berat seperti muntah-muntah hebat dan tidak bisa makan atau maag kronis yang memerlukan pemeriksaan lanjutan. Sebuah penelitian mengenai maag dan puasa, menunjukkan kelompok penderita maag yang minum obat dan berpuasa hasilnya lebih baik dibanding kelompok yang minum obat tanpa berpuasa. Ini artinya berpuasa memiliki manfaat positif bagi penderita maag. Karena dengan berpuasa, praktis jadwal makan menjadi teratur dan kebiasaan makan yang buruk pun dapat dihindari. Selain itu, saat berpuasa faktor stress akan terkendali. Penderita akan lebih tenang sehingga asam lambung tidak meningkat.

 

Obat Untuk Atasi Asam Lambung Selama Puasa

Minggu-minggu pertama menjalani puasa adalah minggu yang berat karena masih merupakan saat-saat penyesuaian diri. Agar dapat melewati minggu pertama puasa dengan baik, penderita biasanya dibantu dengan obat yang membantu menurunkan asam lambungnya agar gejala maag tidak kambuh.

Obat yang biasa lazim diberikan bagi penderita maag atau gastritis untuk menetralkan atau mengurangi asam lambung antara lain :

 

1. Antasida : Antasida ini merupakan pilihan pertama dan umum digunakan untuk mengatasi sakit maag. Antasida bekerja dengan cepat menetralkan asam lambung berlebih sehingga melindungi dinding lambung dari kerusakan. Antasida biasanya terdiri dari kombinasi garam alumunium, garam magnesium dan simethicone dalam satu bentuk obat, misalnya MAGTRAL®.

  1. Selama berpuasa MAGTRAL® dapat diminum pada saat sahur yaitu satu jam sebelum/sesudah makan, buka puasa yaitu satu jam sebelum/sesudah makan dan satu kali sebelum tidur, untuk menetralisir asam lambung yang meningkat. Saat mengkonsumsi antasida sebaiknya tidak disertai dengan obat-obatan lain karena dapat menghambat penyerapan obat lainnya.
  1. 2. Penghambat asam (antagonis reseptor H­2). Jika antasida tidak cukup untuk mengobati gejala, dokter biasanya akan meresepkan obat golongan antagonis reseptor H2. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi pengeluaran asam lambung. Obat yang termasuk golongan ini diantaranya ranitidine (ULCERANIN®) dan famotidine (GESTOFAM®).   
  1. 3. Penghambat pompa proton (Proton Pump Inhibitor-PPI). Merupakan obat yang juga dapat menekan atau menghambat produksi asam lambung, selain antagonis reseptor H2. Obat PPI ini bekerja lebih lama dibandingkan antagonis reseptor H2 sehingga PPI lebih efektif dalam menghambat produksi asam lambung dan paling konsisten. Contoh obat PPI yaitu omeprazole (ROCER®).

 

Dosis obat PPI selama puasa biasanya hanya satu kali sehari yaitu setengah jam sebelum sahur. Sedangkan penderita maag yang mengalami tukak pada lambung atau usus dua belas jari dianjurkan minum PPI dua kali sehari, saat sahur dan buka puasa.

 

Sebelum mengkonsumsi obat-obatan tersebut, penderita maag sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan obat yang tepat sesuai kondisi penderita. Selain itu, perlu juga diperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang terlalu merangsang produksi asam lambung seperti makanan yang terlalu pedas, asam, berlemak, kopi, alkohol, rokok dan makanan yang mengandung gas (kubis, kacang-kacangan), baik saat sahur maupun buka puasa. Sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan lancar tanpa gangguan penyakit maag.

 

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.

 

Sumber :

Majalah Ethical Digest

Dyayadi, M.T. 2007. Puasa Sebagai Terapi. Bandung : PT Mizan Pustaka.

http://www.nice.org.uk/nicemedia/pdf/proton.pdf

http://www.diethealthclub.com/health-issues-and-diet/dyspepsia/diet.html

http://www.medicinenet.com/gastritis/page3.htm#tocf

http://etd.eprints.ums.ac.id/10116/3/K100060165.pdf

Misnadiarly. 2009. Mengenal Penyakit Organ Cerna : Gastritis (Penyakit Maag). Jakarta : Pustaka Populer Obor.

 

 

 

 

Peningkatan Profit dan Produktivitas Kerja yang ditinjau dari Corporate Culture Perusahaan

PT OTTO Pharmaceutical Industries mendapat kesempatan berupa pemaparan program "Peningkatan Profit dan Produktivitas Kerja yang ditinjau dari Corporate Culture Perusahaan" pada hari kamis 12 Juni 2014 di ruang Meeting baru NBL, Lt 2 dari PT Quality Indonesia.

read more

59th Continuing Orthopaedic Education 2012

OTTO participated in 59th Continuing Orthopaedic Education (COE) which was held on June 13 16, 2012 at Grand Royal Panghegar Hotel, Bandung-Indonesia.

read more

1 2 3 4 29