home > news

Mengenal Penyakit Asam Urat

 Kamis, 30 Juni 2011


Tahukah Anda, penyakit asam urat sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Pada waktu itu asam urat dianggap sebagai penyakit kalangan elite sosial seperti raja dan bangsawan, sebab mereka pada umumnya punya kebiasaan makan berlebihan terutama jenis makanan yang mengandung banyak protein, alkohol, kopi dan makanan lain yang waktu itu hanya dapat dinikmati oleh kalangan atas. Sehingga penyakit asam urat dihubungkan dengan kebiasaan mengkonsumsi makanan enak. Tapi kondisi tersebut kini telah berubah, tanpa melihat latar belakang sosialnya tidak sedikit orang yang menderita penyakit asam urat bahkan orang-orang dewasa yang masih tergolong muda pun bisa menderita penyakit ini.

 

Seiring dengan perkembangan zaman termasuk dalam bidang kedokteran, berbagai teori mengenai penyakit asam urat pun telah banyak dikemukakan. Penyakit ini diketahui tidak hanya berhubungan dengan kebiasaan mengkonsumsi makanan ala bangsawan tetapi ada faktor lain yang dapat menyebabkan asam urat.

 

Penyakit asam urat dalam istilah medis disebut penyakit gout atau penyakit pirai yaitu penyakit radang sendi akibat peningkatan kadar asam urat dalam darah yang menimbulkan penumpukan kristal urat pada cairan sendi dan permukaan sendi. Karena itu, berhati-hatilah Anda jika memiliki kadar asam urat berlebih yaitu di atas 7 mg/dl pada laki-laki dan di atas 6 mg/dl pada wanita.

 

Gejala yang khas dari penyakit ini berupa rasa nyeri yang hebat hingga membuat penderita bisa terbangun dari tidurnya. Biasanya, serangan gout timbul secara mendadak dan sering terjadi pada malam hari. Umumnya, menyerang sendi lutut, tumit, dan jempol kaki.

Tanda awal tubuh terserang gout ialah rasa nyeri mendadak di persendian dan pangkal ibu jari kaki, warna kemerahan dan bengkak pada persendian serta disertai demam. Serangan gout bisa terjadi berulang kali.

 

Dalam jangka panjang yaitu sekitar 5-10 tahun, pada orang yang menderita asam urat akan timbul benjolan-benjolan di sekitar sendi yang meradang yang disebut tofus. Tofus berupa benjolan keras yang berisi serbuk seperti kapur, hasil penumpukan kristal urat. Tofus ini dapat merusak sendi dan tulang disekitarnya, bila ukurannya besar akan membuat penderita tidak dapat menggunakan sepatu lagi.

 

Penyebab Asam Urat

Penyakit asam urat dapat digolongkan menjadi penyakit asam urat primer dan penyakit asam urat sekunder.

 

Pada penyakit asam urat primer, 99% penyebabnya belum diketahui (idiopatik). Diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat berakibat meningkatnya produksi asam urat atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.

Sedangkan penyakit asam urat sekunder disebabkan antara lain karena meningkatnya produksi asam urat akibat terlalu banyak memakan makanan yang mengandung kadar purin tinggi. Purin adalah protein yang termasuk golongan nukleo protein.

Penyebab lain atau kondisi yang juga dapat menyebabkan produksi asam urat meningkat adalah suku atau ras tertentu (di Indonesia suku Minahasa dan Tapanuli mempunyai kecenderungan terserang penyakit ini); penyakit darah seperti leukemia (kanker sel darah putih); alkohol, obat-obatan seperti obat kanker, diuretik, dan thiazide; obesitas (kegemukan), penyakit kulit (psoriasis), kadar trigliserida yang tinggi, diabetes melitus, hipertensi dan lain-lain.

 

Mengatasi Asam Urat

Sebelum memulai pengobatan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menegaskan bahwa nyeri sendi yang diderita adalah akibat kadar asam urat yang tinggi di dalam darah. Hal ini dilakukan karena tidak semua nyeri sendi diakibatkan oleh asam urat. Penyakit radang sendi ada banyak jenisnya termasuk osteoartritis, artritis reumatoid, artritis gout, dll.

 

Pengobatan asam urat dilakukan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri dan radang saat serangan terjadi, mencegah terjadinya serangan ulang serta mencegah komplikasi. Peningkatan kadar asam urat dalam darah dapat merusak organ-organ tubuh terutama ginjal karena bisa mengakibatkan gagal ginjal. Asam urat juga merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, menurunkan dan mempertahankan kadar asam urat yang tinggi sampai kisaran normal sangat perlu dilakukan agar tidak terjadi kerusakan organ yang lebih luas.

 

Pengobatan asam urat dilakukan sedini mungkin. Makin cepat penderita mendapat pengobatan sejak serangan akut terjadi, makin cepat pula penyembuhannya. Pengobatan yang diberikan antara lain obat anti inflamasi (kolkisin) dan obat penurun kadar asam urat dengan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin (probenecid) atau dengan menurunkan produksi asam urat (allopurinol).


Mencegah dan Mengontrol Penyakit Asam Urat

Tindakan pencegahan dilakukan untuk menghindari dan mengurangi risiko untuk terkena penyakit asam urat dengan menjaga kadar asam urat tetap normal. Sedangkan bagi orang yang sudah menderita penyakit asam urat, pencegahan adalah untuk menghindari kambuhnya serangan. Untuk menurunkan dan mengontrol kadar asam urat tetap normal dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • • Batasi makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat

Makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat yaitu makanan yang mengandung purin tinggi diantaranya jeroan (jantung, hati, lidah ginjal, usus), makanan laut (sarden, kerang, ikan herring, udang, kepiting, kerang), kacang-kacangan, bayam, daun melinjo, emping, daging, makanan berlemak seperti digoreng, bersantan serta margarin dan mentega. Bagi orang yang sudah menderita asam urat, jenis makanan tersebut harus benar-benar dibatasi atau bila perlu dihindari.

  • • Hindari alkohol

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini karena alkohol dapat menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

  • • Menjaga berat badan tetap normal

Kegemukan atau obesitas diketahui merupakan faktor risiko asam urat, karena itu penderita asam urat yang kelebihan berat badan harus menurunkan berat badannya.

  • • Perbanyak cairan

Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu, Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.

 

Kepatuhan terhadap pengobatan dan menjalankan pantangan yang diberikan dokter adalah hal yang penting dalam penanganan asam urat. Hal tersebut harus dilakukan jika tidak ingin asam urat Anda kembali naik dan merasakan lagi nyeri sendi yang luar biasa sakitnya. 

 

Sumber :

Misnadiarly. 2007. Rematik: Asam Urat-Hiperurisemia, Arthritis Gout. Jakarta: Pustaka Obor Populer.

Kertia Nyoman, dr, Sp. PD-KR. 2009. Asam Urat. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.

Wibowo Suryo, Dr, MKK, SpOK. Asam Urat. Diunduh dari http://suryo-wibowo.blogspot.com/2006/06/asam-urat_115088450115003296.html.

http://www.medicinenet.com/gout/article.htm

 

 

Informasi Terkait :

Atasi Nyeri Sendi Anda Akibat Osteoartritis

 

 

59th Continuing Orthopaedic Education 2012

OTTO participated in 59th Continuing Orthopaedic Education (COE) which was held on June 13 16, 2012 at Grand Royal Panghegar Hotel, Bandung-Indonesia.

read more

P2B2 PABI IX BOGOR

OTTO participated in P2B2 PABI IX on May 9-11, 2012 at IPB International Convention Centre, Bogor.

read more

1 2 3 4 29