Jaga Keharmonisan Rumah Tangga, Atasi Disfungsi Ereksi

Jumat, 13 Mei 2011
Bagi pasangan suami istri, kehidupan seksual merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam keharmonisan suatu hubungan berumah tangga. Jika kehidupan seksualnya terganggu sehingga tidak dapat menjalankan fungsi seksualnya dengan baik maka akan mempengaruhi kualitas hubungan antar pasangan.
Disfungsi ereksi atau lebih dikenal juga dengan impotensi adalah salah satu gangguan pada pria yang bisa berdampak pada kualitas aktivitas seksual maupun kualitas hidup pribadi seseorang. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi untuk aktivitas seksual yang memuaskan.
Hal normal bila setiap pria adakalanya tidak bisa mencapai ereksi. Tetapi, ketika persoalan tersebut sering terjadi atau terus-menerus maka dapat dikatakan sebagai suatu masalah. Disfungsi ereksi merupakan kondisi medis yang tidak berhubungan dengan proses penuaan walaupun kasusnya meningkat sejalan dengan bertambahnya usia.
Banyak faktor yang berhubungan dengan terjadinya disfungsi ereksi, karena itu terapi yang digunakan untuk mengatasinya pun tergantung pada penyebabnya.
Penyebab Disfungsi Ereksi
- Usia
Disfungsi ereksi umumnya lebih banyak ditemui pada pria usia lanjut dibandingkan pria muda meskipun disfungsi ereksi dapat terjadi pada semua umur. Pada usia lanjut, penyebab disfungsi ereksi umumnya dikarenakan karena kelainan fisik. Misalnya karena adanya penyakit, cedera, maupun efek obat-obatan.
- Penyakit
Kelainan fisik maupun penyakit dapat menjadi salah satu penyebab disfungsi ereksi. Diabetes melitus, multiple sklerosis, stroke, penyakit tulang belakang bagian bawah, pembedahan rektum atau prostat yang menyebabkan kerusakan saraf dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Selain itu, tekanan darah tinggi, aterosklerosis (pengerasan arteri) dan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh juga merupakan salah satu penyebab disfungsi ereksi.
- Obat-obatan
Penggunaan obat-obatan yang dapat menjadi salah satu penyebab kegagalan ereksi antara lain antihipertensi (diuretik Thiazide dan penghambat beta), antiaritmia (Digoksin), antidepresan dan antipsikotik (neuroleptik), antiandrogen, antihistamin II (Cimetidin) dan obat-obatan psikotropika.
- Psikologis
Faktor psikologis seperti meliputi stres, depresi, cemas, rendah diri, kepenatan, perasaan kehilangan, kemarahan, pengalaman buruk pada hubungan seksual sebelumnya dan gangguan hubungan personal. Faktor psikologis ini menjadi penyebab tersering disfungsi ereksi pada pria muda.
Mengatasi Disfungsi Ereksi
Jika berdasarkan diagnosis seseorang dinyatakan menderita disfungsi ereksi, ada beberapa pilihan terapi yang dapat dipilih untuk mengatasinya. Berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah terbaik untuk menentukan terapi yang tepat.
- Terapi psikologis
Jika disfungsi ereksi disebabkan karena faktor psikologis seperti stres, cemas atau depresi, maka dokter akan menyarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau konselor. Meskipun pada banyak kasus gangguan yang dialami akibat adanya penyebab fisik, gangguan disfungsi ereksi dapat menyebabkan stres dan ketegangan dalam suatu hubungan.
- Perubahan gaya hidup
Mengubah gaya hidup seperti banyak berolahraga, mengurangi atau menghentikan kebiasaan minum alkohol dan rokok serta menurunkan berat badan juga membantu beberapa pria mengatasi masalah disfungsi ereksi.
- Obat-obatan
Pada banyak pria dengan disfungsi ereksi, permasalahan dapat diatasi dengan penggunaan tablet oral (diminum). Banyak obat-obatan digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi, salah satunya adalah Sildenafil. Pengobatan dengan pompa vakum, intrauretral, injeksi intrakavernosa maupun penggunaan penis prostetis merupakan tahap pengobatan selanjutnya jika pengobatan menggunakan tablet oral tidak berhasil.
Viajoy®
Sildenafil merupakan suatu terobosan dalam penatalaksanaan disfungsi ereksi dan memberikan harapan dalam menilai kesehatan pria secara keseluruhan. Kini Sildenafil tersedia dalam produk Viajoy®.
Viajoy® mengandung Sildenafil 100 mg, diindikasikan untuk penderita disfungsi ereksi. Sildenafil merupakan obat oral pertama yang efektif untuk mengatasi disfungsi ereksi. Sildenafil bekerja dengan menghambat enzim phosphodiesterase (PDE) 5, sehingga perombakan cGMP akan terhambat. Enzim PDE 5 adalah enzim yang merombak atau menghancurkan cGMP dimana cGMP ini berperan dalam proses terjadinya ereksi.
Terhambatnya enzim PDE 5 yang banyak terdapat pada korpus kavernosus penis menyebabkan relaksasi otot polos yang cukup lama, dengan demikian ereksi juga akan berlangsung lama.
Walaupun Sildenafil dapat ditoleransi dengan baik dan mudah penggunaannya, namun perlu diingat bahwa pemakaiannya harus mendapat pertimbangan dan pengawasan yang ketat dari dokter yang menangani. Karena tidak semua pria dapat mengkonsumsi Sildenafil maka penting untuk mengikuti aturan dan petunjuk penggunaan yang tertera dalam kemasan.
Sumber :
Davey, Patrick. At a Glance Medicine. Jakarta : Penerbit Erlangga. 2005







