home > news

Apa Itu Meningitis ?

Kamis, 7 Oktober 2010

 

Apakah Anda pernah mendengar tentang meningitis ? Beberapa waktu terakhir ini kita cukup sering mendengar istilah ini di media massa, baik cetak maupun elektronik. Kita sempat mendengar berita duka yang datang dari salah seorang aktris ternama Indonesia yang harus kehilangan putrinya akibat menderita meningitis. Dan yang akhir - akhir ini masih hangat diberitakan adalah perihal penggunaan vaksin meningitis yang haram dan halal bagi calon jemaah haji Indonesia. Lalu, bagaimana sebenarnya penyakit meningitis itu ? Berikut ini ulasan singkat tentang meningitis yang diharapkan dapat menambah pengetahuan kita tentang penyakit ini.

 

Meningitis atau radang selaput otak adalah peradangan yang terjadi pada meningen yaitu membran atau selaput pelindung syaraf pusat yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat berakibat fatal karena letaknya yang dekat dengan otak dan sumsum tulang belakang, sehingga terdapat kemungkinan terjadi kecacatan bahkan kematian.

 

Meningitis dapat disebabkan oleh berbagai organisme seperti virus, bakteri dan jamur. Pasien yang diduga mengalami meningitis haruslah dilakukan suatu pemeriksaan yang akurat, baik itu disebabkan oleh virus, bakteri ataupun jamur. Hal ini diperlukan untuk spesifikasi pengobatannya, karena masing - masing akan mendapatkan terapi sesuai penyebabnya.

 

Meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya tidak berbahaya, akan pulih tanpa pengobatan dan perawatan yang spesifik dalam 7 - 10 hari. Namun, meningitis yang disebabkan oleh bakteri bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

 

Jenis bakteri yang terbanyak menjadi penyebab meningitis adalah Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) yang sering menyebabkan meningitis pada bayi dan anak - anak serta Neisseria meningitides (meningococcus). Lainnya ialah Haemophilus influenzae dan Literia monocytogenes. Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh jamur sangat jarang, jenis ini umumnya diderita orang yang mengalami kerusakan daya tahan tubuh seperti pada penderita AIDS.

 

Penularan                                                                             

Penularan penyakit meningitis terutama yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri dapat terjadi melalui udara atau cairan dari saluran pernapasan (tenggorokan) penderita, misalnya pemakaian gelas bersama. Penyakit ini lebih rentan diderita oleh bayi < 2 tahun ataupun lansia > 65 tahun, karena mereka umumnya mempunyai daya tahan tubuh yang lebih rendah.

 

Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengatakan, faktor yang mempermudah keberadaan kuman di tenggorokan, antara lain akibat kebiasaan merokok dan infeksi virus. Hal ini terjadi akibat kerusakan epitel di daerah itu. Orang yang mempunyai daya tahan tubuh yang rendah juga lebih mudah terkena penyakit tersebut.

 

Gejala dan Pengobatan

Gejala yang khas dan umum ditampakkan oleh penderita meningitis diatas umur 2 tahun adalah demam, sakit kepala dan kekakuan otot leher yang berlangsung berjam-jam atau dirasakan sampai 2 hari. Tanda dan gejala lainnya adalah fotofobia (takut/menghindari sorotan cahaya terang), fonofobia (takut/terganggu dengan suara yang keras), mual, muntah, sering tampak kebingungan, kesusahan untuk bangun dari tidur, bahkan tak sadarkan diri. Pada bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin sangatlah sulit diketahui, namun umumnya bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran, muntah dan enggan menyusui.

 

Apabila menderita 3 gejala utama meningitis seperti sakit kepala hebat, leher kaku, dan demam tinggi, segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan, mengingat masa inkubasi penyakit tersebut sangat cepat yaitu hanya 24 jam. Jika pada hasil pemeriksaan, seseorang dinyatakan positif menderita meningitis maka terapi terbaik yang dilakukan adalah dengan pemberian antibiotik secara infus (intravenous) untuk menjamin kesembuhan serta menghindari atau mengurangi risiko komplikasi. Antibiotik yang diberikan tergantung dari jenis bakteri yang menginfeksi.

 

Pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitides, antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter antara lain dari golongan Cephalosporin seperti Ceftriaxone atau Cefotaxime. Antibiotik yang juga digunakan dalam pengobatan meningitis antara lain Ampicillin, Gentamicin, Vancomycin dan Chloramphenicol. Terapi lain juga disertakan yang mengarah pada gejala yang timbul misalnya sakit kepala dan demam (Paracetamol), shock dan kejang (Diazepam) dan lain sebagainya.

 

Pencegahan

Pencegahan terutama bagi mereka yang kontak dengan penderita ialah memberikan antibiotik kemoprofilaksis. Mereka yang berisiko tinggi diantaranya adalah orang dengan anggota keluarga menderita meningitis, penghuni panti penitipan atau perawatan, setiap orang yang terpajan dengan sekresi oral penderita seperti minum dari gelas yang sama, pemakaian sendok bergantian atau berciuman, serta para calon jemaah haji Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci, Arab Saudi yang merupakan daerah epidemis meningitis meningokokus.

 

Tindakan pencegahan yang tepat, terutama di daerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis adalah dengan pemberian vaksin meningitis. Adapun vaksin yang telah dikenal sebagai pencegahan terhadap meningitis diantaranya adalah Haemophilus influenzae type b (Hib), Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7), Meningococcal conjugate vaccine (MCV4).

 

Selain itu, menjaga gaya hidup sehat dan daya tahan tubuh dengan makanan bergizi dan berolahraga yang teratur juga baik untuk menghindari berbagai macam penyakit.

 

(Teks : Berbagai Sumber)

 

 


 

 

ATLS Scientific Meeting

OTTO participated in 2nd Scientific Meeting of Indonesia ATLS & Trauma Refresher Course

read more

The 13th Annual Scientific Meeting of Fetomaternal

OTTO participated in The 13th Annual Scientific Meeting of Fetomaternal which was held on 12-14 March 2012 at Aryaduta Hotel, Palembang-Indonesia

read more

1 2 3 4 26